APAMSI

Wednesday
Nov 14th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita

Berita

APAMSI: Pemerintah Harus Prioritaskan Produk Lokal

APAMSI: Pemerintah Harus Prioritaskan Produk Lokal

Listrik Indonesia | Seiring pesatnya pengembangan EBT tenaga surya di Indonesia, di sisi lain pemerintah dan PLN masih kurang perhatian terhadap industri photo voltaic (PV).

Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI) menggelar rakernasnya untuk membahas persoalan pokok yang dihadapi industri fotovoltaik dalam negeri. Berkaca pada target pemerintah 35.000 MW pada 2025, untuk EBT menngisi jatah sebanyak 23 persen. Mirisnya,  dari beberapa pengembangan pembangkit EBT,  hanya panel surya yang mendapatkan jumlah terkecil untuk pengembangan EBT sesuai RUPTL 2017-2026 yang berjumlah 87.

Oleh karenanya,  hasil rakernas ini salah satunya untuk meminta penambahan kuota pengembangan panel surya kepada pemerintah dan PLN. Selain itu juga untuk menegaskan kembali peraturan pemerintah,  bahwasannya IPP PLTS dalam negeri harus menggunakan panel surya produksi lokal. Hal ini terlampir pada regulasi kewajiban penggunaan produk dalam negeri dalam sektor ketenagalistrikan,  yang diatur UU 30 tahun 2009 ketenagalistrikan.

"Porsi untuk EBT PLTS terlalu kecil, padahal potensi kita untuk menggunakan tenaga surya sangat besar. Menurut para ahli jikan dimaksimalkan hasil dari PLTS bisa mencapai 200 MW, "cetus Nick Nurrachman, Ketua Umum APAMSI di hotel harper,  Jakarta,  rabu (15/12)

Tak hanya itu saja, saat ini persaingan dalam bisnis pengembangan EBT pun sangat tinggi, terlebih banyak perusahaan asing yang ingin menggarap EBT lebih banyak lagi di Indonesia.

Persoalan ini ditanggapi serius oleh Nick, menurutnya jika pemerintah serius menggarap EBT dan melakukan kerjasama terhadap perusahaan asing. Cukup lah pemerintah dan perusahaan asing tersebut mendatangkan modal dan ahli teknologinya,  dan untuk barang-barang produksi menggunakan produksi lokal.

"Kita bisa merasakan kue pembangunan dengan adanya saling kerjasama,  tentu ini dapat meningkatkan market produk lokal dan keuntungan dalam negeri juga. Perusahaan asing cukup lah datang dengan teknologinya dan uangnya,  jika barang itu ingin diproduksi,  maka produksi lah di Indonesia, "ucapnya.

Hal senada disampaikan Henky Nugroho anggota APAMSI, dirinya meminta regulasi pemerintah terkait EBT harus benar-benar dijalankan. Seperti TKDN, untuk perusahaan produksi perlengkapan pembangkit, perusahaan lokal untuk TKDN sudah mencapai 50 persen lebih.

"perusahaan-perusahaan lokal kualitasnya sudah mencukupi standar,  jadi saya berharap pemerintah lebih mempercayai produk lokal untuk pengembangan EBT terkhusus tenaga surya. karena kita tidak melulu tergantung pada fosil,  EBT ini lah calon energi untuk masa depan, "pungkasnya. (GC)

 

Sumber : http://listrikindonesia.com/apamsi_pemerintah_harus_prioritaskan_produk_lokal_3065.htm

 

Produksi Panel Surya PLTS di Dalam Negeri Terus Menurun

Produksi Panel Surya PLTS di Dalam Negeri Terus Menurun

 

Pembangkit listrik tenaga surya (Foto: REUTERS/Kim White)

 

Produksi panel surya di dalam negeri terus menurun dalam 3 tahun terakhir. Berdasarkan data Asosiasi Pabrikan M...

Last Updated ( Saturday, 16 December 2017 15:26 )

Pasang Panel Surya, Tagihan Listrik Bisa Hemat Rp 1 Juta/Bulan

Pasang Panel Surya, Tagihan Listrik Bisa Hemat Rp 1 Juta/Bulan

 


Foto: Rengga Sancaya

Jakarta - Sudah semakin banyak rumah di Indonesia yang memasang solar panel di atap. Dengan panel surya itu, kebutuhan listrik rumah tangga dari pag...

Last Updated ( Wednesday, 20 September 2017 03:53 )

Harga Panel Surya Makin Murah, Turun 60% dalam 6 Tahun

Harga Panel Surya Makin Murah, Turun 60% dalam 6 Tahun

 


Foto: Rengga Sancaya

Jakarta - Harga panel surya makin murah seiring dengan perkembangan teknologi. Asosiasi Produsen Modul Surya Indonesia (Apamsi) menyebutkan, sekitar...

Last Updated ( Wednesday, 20 September 2017 04:13 )

Gerakan Nasional Sejuta Listrik Surya Atap Diluncurkan

Gerakan Nasional Sejuta Listrik Surya Atap Diluncurkan

Revolusi energi surya di Indonesia dimulai

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) bersama para penggiat energi surya mendeklarasikan  Gerakan Nasional Sejuta Li...

Last Updated ( Wednesday, 20 September 2017 03:37 )

LUSIDA 25, LAMPU SEHEN ADYASOLAR KISAH SUKSES MENERANGI NTT

LUSIDA 25, LAMPU SEHEN ADYASOLAR KISAH SUKSES MENERANGI NTT

TERNYATA SOLUSI ITU MURAH, CEPAT, DAN  MUDAH
Laporan Perjalanan Nurrachman


Begitu Batavia Air menginjakan kakinya di Bandara El Tari Kupang, pagi itu di bulan April kemarin...

Last Updated ( Wednesday, 16 May 2012 01:39 )

Pendalaman Materi PLTS bagi Para Engineer APAMSI

Pendalaman Materi PLTS bagi Para Engineer APAMSI

oleh Dr. Wuthipong Suponthana

Jumat 27 Januari 2012.  Jakarta dan sekitarnya tidak seperti biasanya. Ada yang heboh hari ini. Terjadi kemacetan luar biasa dimana-mana.
Tern...

Last Updated ( Friday, 09 March 2012 02:46 )

Makalehi Salah Satu Desa Penerima Bantuan Listrik Tenaga Surya

Makalehi Salah Satu Desa Penerima Bantuan Listrik Tenaga Surya

Perusahaan Listrik Negara atau PLN pada tahun 2011 akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Pulau Makalehi dengan kapasitas 200 Kilo Watt. Dan Makalehi merupak...

Indonesia negara Zona bebas Nuklir

Indonesia negara Zona bebas Nuklir

Pengembangan Energi Terbarukan harus menjadi fokus pemerintah

 

Gerakan anti tenaga nuklir hari ini di deklarasikan di Tugu proklmasi. Gerakan anti tenaga nuklir menentang...
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 2